YOGYAKARTA – Deretan prestasi membanggakan di level nasional kembali ditorehkan oleh santriwati SMA Ar Rohmah International Islamic Boarding School (IIBS). Kali ini, tim peneliti muda yang beranggotakan Alenta Ayudia Maharani dan Marsha Khailiela Rahisa berhasil meraih predikat 1st Runner Up (Juara 2) Tingkat Nasional pada ajang Kompetisi Nasional Kefarmasian KURKUMIN x Pharmacious 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Kompetisi bergengsi yang mencapai babak final dan penganugerahan pada 12–13 September 2026 tersebut merupakan bagian dari perayaan Dies Natalis ke-80 Fakultas Farmasi UGM.
Inovasi Beauty-Technology: Mengangkat Potensi Herbal Daun Cocor Bebek

Kompetisi esai ilmiah ini mengusung tema “Beauty-Technology: Harmonisasi Inovasi Kecantikan dan Alam melalui Strategi Integratif Teknologi 5.0 dalam Mengoptimalkan Potensi Herbal Indonesia”. Berbeda dengan kompetisi karya tulis ilmiah murni yang berfokus pada data laboratorium awal, ajang ini menitikberatkan pada orisinalitas gagasan futuristik dan analisis kritis pemanfaatan biodiversitas lokal.
Menjawab tantangan tersebut, Alenta dan Marsha mempresentasikan produk inovatif bernama KALANEE, yakni formula sleeping mask alami berbahan dasar ekstrak tanaman cocor bebek (Kalanchoe pinnata). Tidak sekadar masker perawatan kulit wajah, produk ini mengadopsi integrasi teknologi kemasan pintar (smart packaging). Pada badan kemasan disematkan media indikator perubahan suhu ruangan maupun paparan lingkungan, sehingga pengguna dapat memantau stabilitas dan higienitas zat aktif herbal di dalamnya secara mudah.
Menaklukkan Keterbatasan dengan Manajemen Waktu dan Tekad Kuat
Perjalanan menuju podium juara dilalui dengan perjuangan yang tidak mudah. Sebagai santriwati yang tinggal di asrama pesantren, tantangan akses digital yang terbatas dan padatnya agenda harian sekolah menjadi ujian tersendiri. Jadwal bimbingan intensif bersama guru pendamping sering kali harus disesuaikan di sela-sela kegiatan wajib pesantren.

Namun, komitmen tinggi dan inisiatif mandiri membuat tim mampu merumuskan naskah esai yang tajam serta media poster presentasi yang memikat dewan juri. Ustadzah Ajeng Fadhillah, M.Pd., selaku pembimbing tim riset, menegaskan bahwa nilai utama dari kompetisi ini terletak pada ketangguhan selama berproses.
“Semuanya itu berproses dan tidak ada yang instan. Kalau yang kita nikmati itu prosesnya, memang lelah, tapi justru selama berproses itu yang membuat kita memiliki banyak pengalaman berharga yang menuntun kita menuju hasil terbaik,” ungkap Ustadzah Ajeng.
Pesan Inspiratif untuk Generasi Muda

Pada sesi presentasi babak final di Auditorium Fakultas Farmasi UGM, kedua santriwati tampil percaya diri memaparkan prospek komersialisasi dan keunggulan ekologis produk mereka di hadapan para pakar farmasi. Presentasi yang runtut dan argumentatif mengantarkan delegasi Ar Rohmah IIBS naik ke panggung kehormatan membawa pulang piala kejuaraan, sertifikat penghargaan, serta dana pembinaan.
Alenta Ayudia Maharani membagikan pesan penyemangat bagi rekan-rekan santri lainnya.
“Kalau ada kesempatan, sebisa mungkin diambil. Jangan pernah berhenti sebelum mencapai tujuan. Lelah itu boleh, tapi bukan berarti kita berhenti di tengah jalan!” tegas Alenta penuh semangat.
Prestasi di Fakultas Farmasi UGM ini menjadi bukti konkret bahwa santriwati pesantren modern tidak hanya unggul dalam menghafal Al-Qur’an dan ilmu agama, namun juga visioner dalam mengembangkan sains terapan serta teknologi ramah lingkungan di tingkat nasional.
Kontributor: Tim Zhabarjad Auzah (Nadia Suharianto (XI-4))
Editor: L.Haq
