Gagas Inovasi Deteksi Diabetes Non-Invasif, Santri SMA Ar Rohmah IIBS Raih Juara 2 Lomba Esai Ilmiah SPARTA 2026 di ITSK Soepraoen

Tiga santriwati SMA Ar Rohmah IIBS memegang piala Juara 2 Lomba Esai SPARTA 2026 bersama guru pembimbing

MALANG – Santriwati SMA Ar Rohmah International Islamic Boarding School (IIBS) kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang riset dan karya tulis ilmiah tingkat regional. Tim periset muda yang beranggotakan tiga santriwati kelas XI, yakni Fenita Nayra (XI-5), Hafshoh Nayla (XI-5), dan Recha Alivia (XI-3), sukses menyabet Juara 2 dalam ajang kompetisi ilmiah bergengsi SPARTA (Skill Potential Art and Academy) 2026 tingkat SMA/MA/SMK se-Malang Raya. Kompetisi tahunan ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Farmasi Rumah Sakit Institut Teknologi Sains dan Kesehatan (ITSK) RS dr. Soepraoen Malang.

Mengusung tema besar “The Role of the Young Generation in Realizing a Healthy and Competitive Indonesia,” ajang SPARTA 2026 menjadi panggung unjuk gagasan solutif bagi para pelajar untuk menjawab problematika di sektor kesehatan.

Solusi Deteksi Dini Diabetes Tanpa Tusukan Jarum

Santriwati SMA Ar Rohmah memegang mikrofon mempresentasikan materi GlucoSense Card biosensor saliva di depan layar proyektor

Dalam kompetisi tersebut, delegasi santriwati SMA Ar Rohmah IIBS mengusung karya esai bertajuk “Biosensor Berbasis Selulosa Bakteri dari Nata de Coco sebagai Solusi Potensial untuk Mendukung Deteksi Dini Diabetes Melitus secara Non-Invasif”. Gagasan ini dilatarbelakangi oleh tingginya prevalensi penyakit diabetes melitus yang terus menjadi ancaman kesehatan global. Selama ini, pemeriksaan kadar gula darah konvensional kerap menimbulkan rasa nyeri dan ketidaknyamanan karena mengharuskan pengambilan sampel darah melalui tusukan jarum.

Melihat kendala tersebut, tim menggagas inovasi bernama GlucoSense Card. Kartu uji biosensor portabel ini memanfaatkan membran selulosa bakteri dari limbah air kelapa (nata de coco) yang dipadukan dengan enzim glucose oxidase (GOx). Melalui teknologi ini, uji skrining glukosa dilakukan secara praktis cukup menggunakan sampel air liur (saliva) tanpa rasa sakit, dengan interpretasi hasil yang mudah diamati secara visual lewat perubahan warna.

Tahapan Seleksi Ketat hingga Sesi Presentasi Final

Deretan pemenang Juara 1, 2, dan 3 Lomba Esai dan Poster SPARTA 2026 berfoto bersama di atas panggung awarding day

Capaian membanggakan ini tidak diraih secara instan. Para santriwati bersama guru pembimbing mencurahkan waktu dan energinya untuk melewati seluruh fase riset—mulai dari pencarian literatur jurnal ilmiah terakreditasi, formulasi rumusan masalah, penyusunan naskah esai, hingga pembuatan media poster ilmiah.

Pada babak Grand Final, tim SMA Ar Rohmah IIBS tampil prima di hadapan dewan juri ahli dan peserta finalis lainnya. Mengenakan seragam almamater resmi berblazer abu-abu, ketiga santriwati mempresentasikan cara kerja serta keunggulan aplikatif GlucoSense Card secara lugas dan terstruktur melalui layar auditorium.

Kerja keras tersebut berbuah manis pada sesi penganugerahan (Awarding Day), di mana delegasi SMA Ar Rohmah IIBS resmi dinobatkan sebagai Juara 2 Lomba Esai SPARTA 2026, berhak membawa pulang piala penghargaan, sertifikat, serta dana pembinaan.

Prestasi ini membuktikan bahwa pembinaan riset (Project and Research) di lingkungan pesantren putri mampu melahirkan saintis muda yang kritis, adaptif, dan solutif. Keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi seluruh santriwati Ar Rohmah IIBS untuk terus mendalami dunia kepenulisan ilmiah serta berani mengukir prestasi sesuai dengan minat, bakat, dan potensi yang dimiliki.

Kontributor: Tim Zhabarjad Auzah (Mumtazah Qonita (XI-1))
Editor: L.Haq

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *