KUALA LUMPUR – Santriwati Ar-Rohmah Putri International Islamic Boarding School (IIBS) kembali menorehkan prestasi membanggakan di panggung global. Sebanyak 22 santriwati terpilih berkesempatan mewakili sekolah dalam kompetisi bergengsi SDG’s Innovation 2026, bagian dari program Youth Innovation Forum (YIF) 2026 yang diselenggarakan oleh Global Youth Action. Program kepemudaan dan inovasi internasional ini berlangsung melintasi tiga negara di Asia Tenggara, yakni Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Puncak perhelatan bertajuk Innovaction Day: Local Solutions for Global Impact ini dihelat meriah di kampus ternama Universiti Malaya (UM), Kuala Lumpur, Malaysia, pada 21 Agustus 2026. Delegasi santriwati tampil percaya diri mengenakan setelan jas resmi almamater dan jilbab merah marun di tengah ratusan delegasi pemuda dari berbagai daerah.
Tembus Top 5 Best SDG’s Innovation dan Boyong Medali

Dalam sesi penilaian kompetisi inovasi, Nur Fauziah, santriwati kelas 12 SMA Ar-Rohmah Putri IIBS, sukses mencatatkan prestasi gemilang dengan terpilih sebagai Top 5 Best SDG’s Innovation. Capaian ini memberinya kesempatan istimewa untuk mempresentasikan gagasan solutifnya secara langsung di hadapan dewan juri ahli dari SDG’s Academy serta seluruh peserta internasional.
Tidak hanya di bidang inovasi proyek berkelanjutan, kontingen Ar-Rohmah Putri IIBS juga memborong sejumlah medali dan penghargaan di cabang kompetisi lainnya, seperti Essay dan Mind Mapping. Pada sesi seremoni penghargaan, para santriwati naik ke panggung kehormatan untuk menerima sertifikat apresiasi serta pengalungan medali kejuaraan.
Kunjungan Edukasi Tiga Negara: Dari NUS hingga Wisata Budaya

Selain bersaing di ajang akademik, para santriwati berkesempatan mengeksplorasi wawasan global melalui rangkaian tur edukatif dan kebudayaan. Rombongan melakukan kunjungan kampus (campus tour) ke National University of Singapore (NUS) guna mengenal ekosistem riset perguruan tinggi kelas dunia, serta berekreasi ke Universal Studios Singapore (USS).
Di Malaysia, para delegasi turut menyusuri situs bersejarah di Kuala Lumpur, termasuk mengabadikan momen di depan kemegahan arsitektur Gedung Sultan Abdul Samad. Pengalaman melintasi Malaysia, Singapura, dan Thailand ini membuka wawasan santriwati terhadap dinamika multikultural, standar akademik global, serta memperluas relasi internasional.
Capaian di kancah internasional ini diharapkan menjadi inspirasi berkelanjutan bagi seluruh santri Ar-Rohmah Putri IIBS untuk terus mengasah potensi diri. Santri masa kini dibuktikan tidak hanya kokoh dalam penanaman akidah dan hafalan Al-Qur’an, tetapi juga adaptif, berdaya saing global, serta berani menghadirkan solusi nyata bagi problematika dunia.

Kontributor: Tim Zhabarjad Auzah (Athaya Qotrunnada)
Editor: L.Haq
