BATU – Komitmen mencetak generasi muslimah yang tangguh, berintegritas, dan berkarakter kepemimpinan kembali ditegaskan oleh Ar-Rohmah Putri International Islamic Boarding School (IIBS). Sebanyak ratusan santriwati kelas 8 SMP dan kelas 11 SMA yang tergabung dalam kepengurusan Gerakan Pandu Hidayatullah (GPH) periode 2026/2027 mengikuti agenda tahunan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK). Mengusung tajuk “LEGACY: Discover the Past, Define the Future,” kegiatan bertaraf luar ruangan (outdoor) ini dihelat selama dua hari satu malam, Rabu–Kamis (12–13 Agustus 2026), bertempat di kawasan alam Coban Talun, Bumiaji, Kota Batu.

Rangkaian kegiatan diawali dari kampus pesantren dengan upacara pelepasan dan pengarahan kedisiplinan di depan Gedung Makkah pada Rabu sore (12/8/2026). Para santriwati yang mengenakan seragam pramuka lengkap dengan ransel dan topi rimba diberangkatkan secara teratur menggunakan armada transportasi menuju lokasi perkemahan.
Pembekalan Materi Kepemimpinan hingga Kehangatan Malam Api Unggun

Setibanya di bumi perkemahan Coban Talun yang sejuk dan dikelilingi hutan pinus, para peserta langsung menempati tenda-tenda kubah kuning yang telah berdiri rapi. Pada hari pertama, sesi pembekalan materi kepemimpinan, manajemen organisasi, serta penguatan mentalitas kader dakwah diberikan langsung oleh jajaran pimpinan dan asatidzah, di antaranya Ustadz Agung, Ustadz Rully, Ummah Ina, Ustadzah Farida, Ustadzah Dyah, dan Ustadzah Saidah Widya.
Memasuki malam hari, suasana alam yang dingin bertransformasi menjadi syahdu lewat prosesi penyalaan api unggun. Nyala obor dan kobaran api unggun di tengah lapangan perkemahan menjadi simbol peneguhan semangat perjuangan serta sarana mempererat ikatan ukhuwah islamiyah antarpengurus. Usai prosesi api unggun, para santriwati berkumpul santap malam bersama dengan penuh kesederhanaan dan kehangatan di luar tenda.

Membangun Karakter Tangguh Lewat Qiyamul Lail dan Tracking Alam
Hari kedua LDK diawali jauh sebelum fajar menyingsing melalui pelaksanaan salat tahajud di sepertiga malam terakhir, dilanjutkan dengan tilawah Al-Qur’an dan salat subuh berjamaah di bawah rindangnya pepohonan. Aktivitas spiritual ini menjadi fondasi utama agar santriwati senantiasa mendasarkan amanah kepemimpinan pada ketaatan kepada Allah SWT.

Pagi harinya, ketahanan fisik dan solidaritas regu diuji lewat penjelajahan alam (tracking) menyusuri jalan setapak kawasan perbukitan dan hutan pinus menuju destinasi air terjun Coban Talun. Sepanjang rute perjalanan, para peserta juga ditantang melalui aneka fun games edukatif yang menitikberatkan pada koordinasi tim, kecepatan pengambilan keputusan, serta pemecahan masalah secara kolektif.
Salah satu peserta LDK, Prischa Alfahira, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya dapat menuntaskan seluruh tantangan kegiatan.
“Kegiatan LDK ini sangat seru dan menantang. Meskipun cukup menguras fisik, banyak sekali pengalaman berharga yang kami peroleh, terutama tentang pentingnya kerja sama tim, saling memahami, dan menjaga kekompakan regu. Ini bekal yang sangat berkesan,” tutur Prischa.
Seluruh rangkaian LDK resmi ditutup pada Kamis siang sebelum rombongan bertolak kembali ke pesantren. Melalui tempaan di alam terbuka ini, pengurus Gerakan Pandu Hidayatullah periode 2026/2027 diharapkan semakin siap, disiplin, solid, dan memegang teguh amanah dalam menjalankan roda organisasi selama satu periode ke depan.
Kontributor: Tim Zhabarjad Auzah (Mumtazah Qonita (XI-1), Fawwaza Syifa (XI-4))
Editor: L.Haq
