BANGKOK – SMP Ar-Rohmah Putri kembali menorehkan prestasi akademik yang membanggakan di panggung internasional. Dalam ajang International Mathematics Open for Young Achievers (IMOYA) 2026 yang dihelat di Bangkok, Thailand, seluruh delegasi yang berjumlah 15 santriwati sukses membawa pulang medali, dengan rincian 1 medali emas dan 14 medali perunggu.
Kompetisi matematika bertaraf internasional yang dikoordinasikan oleh Azimuth Education ini mempertemukan talenta-talenta muda dari berbagai negara, seperti Indonesia, Filipina, Thailand, Singapura, Hong Kong, dan Taiwan. Rangkaian babak ujian berlangsung pada 22 Oktober 2026, yang kemudian disusul dengan seremoni penganugerahan penghargaan (Awarding Ceremony) pada 23 Oktober 2026.
Debut Perdana yang Langsung Membuahkan Hasil Manis
Pencapaian ini terasa kian istimewa mengingat keikutsertaan pada ajang IMOYA 2026 merupakan pengalaman perdana bagi SMP Ar-Rohmah Putri. Para santriwati harus bersaing ketat menjawab soal-soal berstandar internasional yang disajikan penuh dalam bahasa Inggris.
Dari total 46 medali yang berhasil diraih oleh seluruh kontingen Indonesia, sebanyak 15 medali disumbangkan langsung oleh santriwati SMP Ar-Rohmah Putri. Raihan tersebut merepresentasikan hampir sepertiga dari total perolehan medali delegasi Indonesia.
Medali emas diraih dengan gemilang oleh Elysia Safa Haura Putri. Sementara itu, 14 medali perunggu berhasil diraih oleh:
- Almirha Khansaa Sayyida
- Aqila Naura Yasmine
- Aqilah Felisha Mahaditya
- Athiyah Naura Zainal
- Batrisya Qairen
- Ayunda Ramadhani Basuki
- Dzakiyyah Salmaa Azizah
- Itsnansani Aisyah Putri Hapsari
- Izzatunnisa Ghaisani
- Talita Bilqis Nor Azizah
- Tasmira Zahra Bilqis Ramadhani
- Yuna Zakia
- Zahra Maharani Fandi
- Zaskia Nabila Kanza Putri

Lebih dari Sekadar Kemampuan Berhitung
Ajang IMOYA terbagi ke dalam dua format kompetisi, yakni kategori individu dan kelompok. Pada kategori kelompok, satu tim beranggotakan lima peserta dengan ketentuan jenjang yang linier: siswa kelas 7 dapat dipadukan dengan kelas 8, sedangkan siswa kelas 9 berkompetisi dalam regu sesama kelas 9. Format soal yang diujikan berupa pilihan ganda serta isian uraian singkat.
Pihak sekolah menjelaskan bahwa skema inilah yang menjadikan IMOYA sebagai sarana pembinaan yang tepat. Peserta tidak hanya ditantang kemampuan bernalar matematika secara mandiri, tetapi juga dilatih bekerja sama dan berkolaborasi secara solid dalam tim. Sistem penilaian yang mengapresiasi setiap peserta secara proporsional, transparan, dan objektif turut menjadi dorongan penting dalam menanamkan nilai integritas bagi santriwati.
Pembinaan Intensif dan Dukungan Penuh Sekolah
Keberhasilan ini tidak lahir secara instan, melainkan buah dari pembinaan terstruktur. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika SMP Ar-Rohmah Putri mendampingi para santriwati secara intensif selama dua bulan menjelang perlombaan.
“Setiap pekan, kami menggelar bimbingan sebanyak dua hingga tiga kali pertemuan. Satu guru membimbing lima santriwati secara fokus, dan program ini berjalan konsisten selama dua bulan sebelum kompetisi,” jelas Ustadzah Filsa Hawami, S.Pd., guru pendamping lomba.
Guna menaklukkan kendala bahasa pada naskah soal, pihak sekolah membekali para santriwati dengan bank soal matematika berbahasa Inggris serta modul arsip soal IMOYA dari 1 hingga 3 tahun terakhir. Jadwal pembinaan juga diselaraskan pada siang hari agar para santriwati tetap dapat mengikuti kurikulum reguler sekolah tanpa kendala akademik. Dukungan doa dari pimpinan pesantren pun mengalir saat keberangkatan yang dilepas langsung oleh Kepala Dikmen Ar-Rohmah Putri IBS, Ustadz Alimin Muchtar.
Kebanggaan Pesantren dan Inspirasi Berkelanjutan
Apresiasi mendalam disampaikan oleh Kepala Sekolah SMP Ar-Rohmah Putri, Ustadz Salim Rahmatullah, M.Pd.
“Kami tentu merasa bersyukur dan bangga atas pencapaian para santriwati yang mampu berprestasi di panggung internasional. Jadikan raihan ini sebagai tangga pijakan untuk melangkah menuju prestasi-prestasi berikutnya yang lebih tinggi,” pesan Ustadz Salim.
Bagi institusi, torehan prestasi ini membuktikan bahwa ekosistem pondok pesantren mampu mencetak santriwati yang tidak hanya mendalami ilmu syar’i dan tahfiz Al-Qur’an, tetapi juga memiliki keunggulan kompetitif di bidang sains dan literasi internasional. Pembinaan olimpiade rutin setiap hari Sabtu akan terus diperkuat agar semakin banyak santriwati yang percaya diri mengharumkan nama bangsa di kancah global.
